Sinopsis Novel
Seratus tahun setelah kejatuhannya yang mengguncang seluruh dunia kultivasi, Sang Santo Teragung di bawah kolong langit terlahir kembali. Jiwa kuno itu kini bersemayam dalam tubuh baru bernama Jiang Longwei—seorang pemuda yang tampak biasa, namun menyimpan ingatan, pengalaman, dan kehendak seorang leluhur purba yang pernah berdiri di puncak zaman.
Di masa lampau, Jiang Longwei adalah sosok tak tertandingi. Pedangnya pernah membelah cakrawala, namanya pernah membuat sepuluh ribu sekte tunduk, dan langkahnya pernah mengguncang gerbang keabadian. Namun pengkhianatan, perebutan takdir, dan hukum langit yang kejam menjatuhkannya ke dalam kematian. Kini, setelah satu abad berlalu, roda nasib kembali berputar—dan ia bangkit, lebih tenang, lebih dingin, serta jauh lebih berbahaya.
Dengan fondasi pengalaman ribuan tahun, Jiang Longwei menapaki ulang jalan kultivasi dari dasar. Teknik-teknik kuno yang telah lama punah, pemahaman mendalam tentang hukum langit dan bumi, serta ketajaman naluri seorang Santo menjadikannya eksistensi yang tak masuk akal bagi generasi baru. Meramu pil dengan tingkat keberhasilan sempurna hanyalah keterampilan dasar baginya. Kecepatan kultivasinya membuat para jenius runtuh oleh rasa malu. Sementara pengalaman hidupnya menjadikan segala skema dan intrik tampak seperti permainan anak-anak.
Di tengah dunia yang telah berubah—sekte-sekte bangkit dan runtuh, kekaisaran berganti nama, serta para jenius baru memproklamasikan diri sebagai pilihan langit—Jiang Longwei melangkah tanpa tergesa. Ia menertawakan kesombongan, menghancurkan penindasan, dan menagih satu per satu utang darah dari masa lalu. Namun di balik kebangkitannya, hukum langit tidak tinggal diam. Rahasia kelahirannya kembali, kebenaran tentang kematiannya dahulu, serta bayang-bayang musuh purba perlahan menampakkan diri.
Ini bukan sekadar kisah balas dendam.
Ini adalah perjalanan seorang leluhur kuno yang menantang ulang takdir,
mengguncang kembali sepuluh ribu dunia,
dan membuktikan bahwa meski zaman berganti,
Santo sejati tetaplah Santo.
Keberadaan Jiang Longwei telah ditakdirkan untuk menertawakan ribuan jenius—
dan sekali lagi, berdiri di puncak langit dan bumi.